Apa itu bursa saham ?
IHSG, Dow Jones, Nikkei, Hangseng, FTSE
Mari kita tinjau sebuah pasar tradisonal.
Pada awalnya, beberapa petani yang sudah panen, menjajakan hasil taninya disebuah lahan yang lapang, milik pemerintah setempat. Lahan ini dekat dengan jalan raya. Orang-orang yang kebetulan melewati jalan itu, mungkin berhenti dan melihat-lihat. Beberapa diantaranya mungkin membeli sesuai kebutuhan. Makin lama, daerah tersebut makin dikenal. Makin banyak petani yang berkumpul disana menjajakan hasil taninya.
Suplai barang juga beragam dengan masuknya barang-barang hasil pabrik. Makin ramai pembeli yang berkunjung. Makin ramai lalu lintas disana. Para pedagang mulai ramai berdatangan. Hasil tani dari petani dibeli oleh pedagang, lalu pedagang menjual kembali ke pembeli (konsumen). Sebagian petani tetap menjual sendiri hasil taninya, sebagian sudah langsung menjual kepada pedagang. Pasar yang makin berkembang, membuat pemerintah setempat mulai menata pasar tersebut. Dibuatkan kios-kios. Dibentuklah pengelola pasar (biasanya perusahaan daerah atau PD). Kios-kios disewakan kepada pedagang.
Secara umum ada 4 pihak utama yang terlibat di pasar yaitu:
- Pengelola Pasar
- Penyuplai produk (petani, pabrik)
- Pedagang
- Konsumen
| Pasar Tradisional/Konvensional | Bursa Saham |
| Pengelola Pasar | Bursa Efek Indonesia (BEI) |
| Penyuplai (petani / pabrik) | Perusahaan publik (Emiten) |
| Pedagang | Perusahaan Sekuritas |
| Konsumen | Investor |
Lebih jauh tentang bursa saham dapat dilihat di Bursa Efek Indonesia.